الثلاثاء، 29 يناير، 2013

Penyakit Kudis

SCABIES
Kudis atau Scabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau (mite) Sarcoptes scabiei yang dicirikan dengan adanya keropeng, kebotakan, dan kegatalan pada kulit
Sarcoptes scabiei adalah tungau dengan ciri-ciri berbentuk hampir bulat dengan 8 kaki pendek, pipih, berukuran (300–600 μ) x (250-400 μ) pada betina, dan (200- 240 μ) x (150-200 μ) pada jantan, biasanya hidup di lapisan epidermis. Permukaan dorsal dari tungau ini ditutupi oleh lipatan dan lekukan terutama bentuk garis melintang sehingga menghasilkan sejumlah skala segitiga kecil. Selain itu, pada betina terdapat bulu cambuk pada pasangan kaki ke-3 dan ke-4 sedangkan pada jantan, bulu cambuk hanya terdapat pada pasangan kaki ke-3.
Gejala
Gejala yang khas pada kudis adalah liang pada permukaan kulit, gatal, dan kemerahan dan biasanya ada infeksi sekunder, misalnya akibat bakteri. Pada bayi, gejala yang khas yaitu adanya bisul pada telapak kaki dan telapak tangan.
Adapun proses penyakit kudis yaitu sebagai berikut:
  • Infeksi dari penyakit ini diawali dengan tungau betina atau nimfa stadium kedua yang secara aktif membuat terowongan di epidermis atau lapisan tanduk. Pada terowongan tersebut diletakkan 2-3 butir telur setiap hari.
  • Telur menetas dalam 2-4 hari yang kemudian menjadi larva yang berkaki 6.
  • Dalam 1-2 hari larva berubah menjadi nimfa stadium pertama kemudian berkembang menjadi nimfa stadium kedua, yang berkaki 8. * Nymfa ini menjadi tungau betina muda, yang siap kawin dengan tungau jantan
  • Tungau berkembang menjadi tungau dewasa dalam 2-4 hari.
Untuk menyelesaikan daur hidup dari telur sampai bertelur lagi diperlukan waktu 10-14 hari. Waktu yang diperlukan telur menjadi tungau dewasa kurang lebih 17 hari. Tungau betina yang tinggal di sebuah kantong ujung terowongan, setelah 4-5 hari setelah kopulasi, akan bertelur lagi sampai berumur lebih kurang 3-4 minggu.
Pencegahan
Tidak ada vaksin untuk kudis sehingga pencegahan harus dilakukan melalui menghindari infeksi. Seluruh pihak yang berada dekat dengan penderita perlu diobati pada waktu bersamaan, walaupun belum ada gejala. Pakaian, handuk, seprai dan barang-barang yang bersentuhan dengan kulit sebaiknya dicuci dan disetrika untuk mencegah penularan.
 Berikut Tips untuk pencegahan penyakit scabies / gudig
  • Meningkatkan kebersihan perorangan dan lingkungan.
  • Menghindari orang-orang yang terkena penyakit ini.
  • Mencuci pakaian yang dipakai sehari-hari, benar-benar dalam keadaan bersih, dan diusahakan untuk disetrika.
  • Menjemur alat-alat perlengkapan tidur beberapa hari sekali.
  • Menghindari memakai pakaian atau handuk bersama-sama.
  • Mandi secara teratur dua kali sehari dan diusahakan memakai sabun.
  • Meningkatkan gizi untuk meningkatkan daya tahan fisik kulit.
  • Penderita, seluruh anggota keluarga serta pasangan sex penderita, juga harus diperiksa dan diobati bila ternyata menderita penyakit yang sama.
  • Apabila sudah terlanjur merasakan gejala scabies lebih cepat akan lebih baik dilakukan pengobatan scabies untuk mencegah menyebarnya kepada orang-orang disekitar anda.



  



‏ليست هناك تعليقات:

إرسال تعليق